Press Release 2004


Back Numbers
Jakarta, 5 Desember 2003

Bantuan gPinjaman Yenh yang baru dari Jepang untuk Republik Indonesia
(Untuk perbaikan iklim investasi dan daya saing internasional)

    Pemerintah Jepang telah mengambil keputusan untuk memberikan pinjaman yen yang baru (jumlah totalnya hingga ¥ 104.634 juta, atau sekitar US$ 967,67 juta, atau Rp 8,21 trilyun).

Proyek-proyek yang tercakup dalam pinjaman yen baru ini adalah sebagai berikut :

(1)gTanjung Priok Gas Fired Power Plant Extension Projecth
(Proyek perluasan pembangkit listrik dengan tenaga gas di Tanjung Priok)
(¥ 58,679 milyar, atau sekitar US$ 542,67 juta atau Rp 4,604 trilyun)

(2)gSemarang Power Plant Rehabilitation and Gasification Projecth
(Proyek rehabilitasi pembangkit listrik Semarang dan gasifikasi)
(¥ 8,685 milyar, atau sekitar US$ 80,32 juta atau Rp 681 milyar)

(3)gLahendong Geothermal Power Plant Projecth
(Proyek pembangkitan listrik tenaga panas-bumi Lahendong)
(¥ 5,866 milyar, atau sekitar US$ 54,25 juta atau Rp 460 milyar)

(4)gRailway Double Tracking on Java South Line (II)h
(Rel ganda kereta-api pada jalur Selatan Jawa (II)h
(¥ 10,348 milyar, atau sekitar US$ 95,70 juta atau Rp 812 milyar)

(5)gRehabilitation and Improvement Project of Jakarta Fishing Porth
(Proyek rehabilitasi dan perbaikan Pelabuhan Ikan Jakartah
(¥ 3,437 milyar, atau sekitar US$ 31,79 juta atau Rp 269 milyar)

(6)gMaritime Telecommunication System Development Project (IV)h
(Proyek pengembangan sistem telekomunikasi maritime (IV) )
(¥ 5,567 milyar, atau sekitar US$ 51,48 juta atau Rp 436 milyar)

(7)gThe Urgent Rehabilitation Project of Tanjung Priok Porth
(Proyek rehabilitasi urgen Pelabuhan Tanjung Priok)
(¥ 12,052 milyar, atau sekitar US$ 111,46 juta atau Rp 945 milyar)

Jumlah Total
¥ 104,634 juta (sekitar US$ 967,67 juta atau Rp 8,21 trilyun)
(1US$= 108,13 Yen; 1Yen= Rp 78,47)

Garis Besar untuk masing-masing proyek dapat dilihat disini

    Pemerintah Jepang beranggapan bahwa Indonesia perlu memperbaiki iklim investasi untuk mengubah bentuk ekonomi dari pertumbuhan yang diarahkan oleh consumer spending menjadi ekonomi yang dimotori oleh investasi guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
Untuk pinjaman yen baru tahun ini, Jepang memberikan prioritas terhadap proyek-proyek yang memperbaiki prasarana ekonomi seperti pusat pembangkit listrik, kereta-api, dan angkutan laut, yang konduksif bagi perbaikan iklim investasi.

    Pemerintah Jepang berharap proyek-proyek tersebut dapat dilaksanakan secara lancar dan mantap sehingga iklim investasi dapat diperbaiki secara cukup memadai.