PRESS RELEASE 2004

Jakarta, 18 Juni 2004

Pemerintah Jepang Mengirim Misi Pemantau Pemilihan Presiden di Indonesia

1. Pemerintah Jepang akan ikut serta dalam pemantauan pemilihan umum presiden Indonesia yang akan berlangsung pada tanggal 5 Juli 2004.

2. Misi Pemantau Jepang ini terdiri dari 44 anggota, diketuai oleh Y.M. Bapak Yutaka Iimura, Duta Besar Jepang untuk Indonesia. Misi ini terdiri dari 39 orang pejabat dari Kedutaan Besar Jepang dan Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia, serta 5 orang utusan dari luar pemerintah Jepang, yaitu para ahli tentang Indonesia. Mereka akan melakukan pemantauan di berbagai tempat di Indonesia.

3. Menyusul pemilu bulan April yang lalu, pelaksanaan pemilu presiden secara bebas dan adil akan menjadi kesempatan yang baik dan penting untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat internasional, serta untuk menunjukkan baik ke dalam negeri maupun ke luar negeri bahwa proses demokratisasi di Indonesia memang berjalan dengan mantap.

4. Seiring dengan pengiriman Misi Pemantau ini, pemerintah Jepang juga memberikan bantuan hibah tingkat grass-roots berjumlah 140 ribu US$ melalui LSM (lembaga-lembaga non-pemerintah) bagi pendidikan dan pencatatan para pemilih. Di samping itu sebagai bantuan teknis, direncanakan pengiriman 5 orang tenaga ahli JICA (badan kerjasama internasional Jepang) untuk memberikan saran dan petunjuk untuk menunjang pelaksanaan tugas KPU Pusat serta bagi pendidikan dan pencatatan para pemilih. Sebelumnya, pada kesempatan pemilu bulan April yang lalu, Jepang telah memberikan bantuan hibah dalam bentuk kotak suara (berjumlah sekitar 620.000 buah) serta bilik suara (berjumlah sekitar 1 juta 2 ratus ribu buah). Semua kotak suara serta bilik suara tersebut akan dipakai lagi untuk pemilu presiden.



MISI PEMANTAU DARI JEPANG UNTUK PEMILU PRESIDEN
Daftar nama anggota-pakar dari luar Pemerintah Jepang
1. Takashi SHIRASHI pria, 54 tahunprofessor, Kyoto University
2. Takeshi KOHNO pria, 38 tahunassociate-professor, National Graduate Institute for Policy Research
3. Jun HONNA pria, 36 tahunassociate-professor, Ritsumeikan University
4. Masaaki OKAMOTO pria, 32 tahunassociate-professor, Kyoto University
5. Ken MIICHI pria, 31 tahunpeneliti khusus JSPS (Japan Society for Promotion of Science), bertugas di Center for Southeast Asian Studies/ Kyoto University