PRESS RELEASE 2005

Jakarta, 18 Januari 2005

Pengiriman Tim Medis Darurat Jepang Ketiga
Bagi Korban Gempa Bumi yang Berpusat di Perairan Sumatera dan Tsunami di Samudera Hindia

[English Version]

1. Pada tanggal 17 Januari 2005, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mengirimkan Tim Medis Darurat Jepang III yang beranggotakan sebanyak 20 orang termasuk tenaga ahli bidang penyakit infeksi, menyusul Tim Medis Darurat Jepang Pertama yang ditempatkan mulai tanggal 30 Desember 2004 s/d 9 Januari 2005, dan Tim Medis Darurat Jepang II yang ditempatkan mulai tanggal 9 Januari 2005 sebagai wujud bantuan kepada pemerintah Indonesia dalam upaya menanggulangi akibat gempa bumi berskala besar yang berpusat di perairan pulau Sumatera dan tsunami di Samudera Hindia. Rombongan pertama dari Tim Medis Darurat Jepang III sebanyak 8 orang (2 orang dokter, 3 orang perawat, seorang apoteker, seorang staf Kementerian Luar Negeri Jepang, seorang staf JICA) diberangkatkan dari Jepang pada tanggal 18 Januari.

2. Mengingat adanya tugas utama di lapangan yang belum tuntas, yaitu sanitasi, penanggulangan penyakit infeksi dsb, maka pemerintah Jepang memutuskan untuk mengirimkan Tim Medis Darurat III yang meliputi ahli-ahli di bidang tersebut.

Catatan

  1. Akibat gempa bumi yang terjadi kali ini, di Indonesia terdapat lebih dari 110.000 korban tewas. Juga terdapat banyak korban yang cedera dan pengungsi yang terpaksa berada dalam lingkungan sanitasi yang sangat buruk.

  2. Berkenaan dengan bencana tersebut, pemerintah Jepang memberikan bantuan darurat kepada pemerintah Indonesia sebagai berikut:

    1. Bantuan darurat in natura berjumlah total 39 juta Yen (sekitar 370,000 dolar AS atau sekitar Rp 3,33 miliar), berupa tenda, selimut, genset, dll

    2. Dana bantuan hibah darurat (1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp. 13,5 miliar): untuk pembelian makanan darurat, perlengkapan medis

    3. Pengiriman Tim Medis Darurat Jepang

  3. Selain itu, dalam pernyataannya yang pada tanggal 1 Januari 2005, Perdana Menteri Junichiro Koizumi menyampaikan bahwa sementara ini Jepang akan memberikan hibah sebesar 500 juta dolar AS sebagai langkah bantuan darurat. Dari jumlah tersebut, sekitar 146 juta dolar AS telah diberikan kepada pemerintah Indonesia. Dan 250 juta dolar AS disalurkan melalui organisasi internasional yang melaksanakan kegiatan bantuan di negara-negara korban.

  4. Pada tanggal 4 Januari, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk melakukan pengiriman Pasukan Bela Diri Jepang. Pasukan tersebut kini sedang melaksanakan pengakutan dan kegiatan untuk memperbaiki kondisi sanitasi.