| PRESS RELEASE 2005 |
Jakarta, 23 Januari 2005 Kegiatan Bantuan Darurat Jepang untuk Bencana oleh Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Force) di Indonesia 1. Menyusul keputusan Pemerintah Jepang untuk mengirimkan unit Pasukan Bela Diri Jepang ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam guna menggelar operasi bantuan darurat dalam menanggapi bencana gempa bumi dan tsunami, maka tiga kapal Angkatan Laut Pasukan Bela Diri Jepang, yakni Amphibious Ship gKunisakih, Fast Supply Ship gTokiwah, dan Destroyer gKuramah akan tiba di perairan Banda Aceh pada tanggal 24 Januari 2005. Aktivitas Pasukan Bela Diri Jepang tersebut merupakan bagian penting dari seluruh aktivitas bantuan Jepang terhadap bencana gempa bumi dan tsunami yang menimpa kawasan ini. 2. Aktivitas utama yang mereka laksanakan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah untuk mengangkut barang bantuan dari bandara di Banda Aceh dsb ke lokasi bencana yang lain dengan menggunakan lima helikopter AD Pasukan Bela Diri (tiga unit CH-47JA dan dua unit HU-60JA) yang berbasis di Amphibious Ship gKunisakih. Di samping itu pula, Unit Bantuan Medis AD Pasukan Bela Diri ditugaskan guna melaksanakan kegiatan medis serta pencegahan wabah. 3. Sebelumnya, rombongan pertama dari Unit Medis AD Pasukan Bela Diri sebanyak sekitar 20 orang telah tiba di Banda Aceh pada tanggal 16 Januari 2005, serta telah mulai beraktivitas di rumah sakit lapangan yang dibuka pada tanggal 19 Januari 2005. Selain itu, pesawat AU Pasukan Bela Diri C-130H yang berbasis di Utapao, Thailand, juga telah mulai beroperasi untuk mengangkut barang bantuan antara Medan dan Banda Aceh sejak tanggal 10 Januari 2005 4. Para personel Pasukan Bela Diri Jepang sebanyak sekitar 970 orang akan ditugaskan untuk kegiatan tersebut, dan terdiri dari sekitar 230 personel Angkatan Darat, sekitar 640 personel Angkatan Laut, sekitar 90 personel Angkatan Udara, dan sekitar 20 personel Markas Besar Gabungan Staff Pasukan Bela Diri (Joint Staff Office) (termasuk yang merangkap jabatan di AD, AL dan AU).
|