PRESS
RELEASE 2005
|
Jakarta, 1 Februari 2005 Bantuan Jepang kepada Indonesia Pasca Gempa Bumi dan Tsunami di NAD & SUMUT
(Bantuan Pangan dan Barang di Natura dari Pemerintah Daerah dan Perusahaan Swasta Jepang)
[English
Version]
1. Menanggapi bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di NAD dan Provinsi Sumatera Utara, berbagai pemerintah daerah dan perusahaan swasta Jepang memberikan sumbangan bantuan agar disampaikan kepada para korban bencana tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mendistribusikan barang bantuan tersebut kepada para korban di NAD bekerjasama dengan departemen-departemen RI yang bersangkutan, perusahaan pergudangan swasta, maskapai swasta serta organisasi internasional.
2. Pada tanggal 2 Februari 2005, kargo pertama dari barang bantuan darurat tersebut akan sampai di Banda Aceh. Barang bantuan tersebut akan diserahkan kepada Kantor Internasional untuk Migrasi (International Office for Migration: IOM) dengan dihadiri oleh Mr. Minoru Shirota, Kepala Kantor Koordinasi Pemerintah Jepang untuk Penanggulangan Bencana di Banda Aceh serta para pejabat pemerintah Indonesia. Pemerintah Jepang akan meneruskan distribusi barang bantuan seperti makanan, alat higenis, obat-obatan, terpal plastik serta barang-barang lainnya, kepada para korban di Aceh bekerjasama dengan instansi-instansi terkait, yang jumlahnya mencapai beberapa puluh ton.
(Catatan)
1. Perjalanan Distribusi
     Narita - Bangkok      (dengan penerbangan komersil)
     Bangkok - Utakpao   (dengan truk)
     Utakpao - Aceh       (dengan Pasukan Bela Diri Jepang)
2. Bantuan Jepang kepada Indonesia Pasca Gempabumi dan Tsunami
Bantuan Darurat (US$390.000 berupa: tenda, selimut, genset)
Bantuan Hibah Bilateral
(1) US$1,5 juta: untuk pengadaan makanan darurat dan peralatan medis.
Nota Diplomatik mengenai hal ini telah dipertukarkan pada tanggal 27 Desember 2004.
(2) US$146 juta untuk barang bantuan darurat dan rekonstruksi di Aceh
Komitmen mengenai hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Junichiro Koizumi pada tanggal 6 Januari 2005 pada KTT Tsunami.
Nota Diplomatik mengenai hal ini telah dipertukarkan pada tanggal 17 Januari 2005.
Bantuan melalui Organisasi Internasional (US$250 juta)
Bantuan ini juga dipergunakan untuk bantuan kemanusiaan di Aceh.
Pengiriman Tim Medis Darurat Jepang dilaksanakan oleh JICA ( 2 s/d 22 Januari)
Pengiriman Pasukan Bela Diri Jepang
Jepang mengerahkan kemampuan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) untuk mendukung operasi bantuan dalam bidang pengangkutan barang melalui udara (sejak 10 Januari) serta melaksanakan pencegahan medis/epidemi di Indonesia (sejak 19 Januari) |