Informasi, Kebudayaan & Pendidikan
Press Release
  Tahun 2006   Tahun 2006
          Tahun 2005
          Tahun 2004
          Tahun 2003
      Informasi Beasiswa & Pendidikan
      Pusat Informasi, Pendidikan dan       Kebudayaan
      Aneka Jepang
      Acara/ Event Budaya
|
Jakarta, 29 Mei 2006 Bantuan Jepang untuk Pasien Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut
(Upacara rampungnya Pusat Rehabilitasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut)
[English Version]
1. Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan bagi pembangunan sebuah pusat rehabilitasi bagi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut sejumlah total US$ 82.260 (sekitar 700 juta rupiah) kepada Yayasan Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut yang telah cukup lama melakukan rehabilitasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut. Baru-baru ini telah rampung pembangunan pusat rehabilitasi milik Yayasan, yang berada di kawasan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Pajajaran di kota Bandung.
2. Di Indonesia terdapat 400.000 orang pasien bibir sumbing dan celah langit-langit mulut, yang merupakan anggota masyarakat yang lemah. Dalam hal anak-anak, mereka sulit menyerap susu sehingga menderita gizi buruk. Mereka juga menderita akibat sulit berkomunikasi karena ucapannya yang tidak jelas.     Sejak tahun 1979, Yayasan Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut Indonesia terus melakukan pelatihan pengucapan, bedah, pemeriksaan gratis bagi pasien yang tidak mampu mendapatkan rehabilitasi sosial dan menjalani bedah akibat kesulitan ekonomi.
3. Yayasan Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut telah membina hubungan yang baik dengan Yayasan Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut Jepang. Atas pembiayaan dari pemerintah Jepang, Yayasan Jepang ini telah mengunjungi Indonesia dan mengadakan kerjasama untuk pengobatan medis, pemeriksaan di daerah-daerah terpencil dan penyelenggaraan ceramah.
    Pada upacara rampungnya pembangunan ini hadir pula beberapa anggota dari Yayasan Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Mulut Jepang, yang telah melakukan usaha bagi pelaksanaan pengobatan medis di Indonesia. Mereka ingin ikut merayakan rampungnya pembangunan pusat ini.
4. Sebelumnya di pusat ini tidak terdapat unit bedah khusus dan keadaan tersebut dirasakan sulit. Dengan rampungnya pusat rehabilitasi ini, kini dapat dilakukan pemeriksaan, pembedahan dan pelatihan secara terencana baik. Dengan demikian makin banyak pula pasien yang mendapatkan manfaat dari pengobatan medis, yang pada gilirannya membawa rehabilitasi sosial.
|