skip navigations | Japanese (日本語)
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia
Konsulat Jenderal Jepang di Jakarta
在インドネシア日本国大使館/在ジャカルタ日本国総領事館


Top Page | Mengenai Kami | Hubungan Bilateral | Informasi Visa & Konsulat | Informasi, Kebudayaan & Pendidikan | Kebijakan LN Jepang | Info Jepang | Link

Informasi, Kebudayaan &
Pendidikan


Press Release

   Tahun 2009    Tahun 2009
          Tahun 2008
          Tahun 2007
          Tahun 2006
          Tahun 2005
          Tahun 2004


Informasi Beasiswa & Pendidikan

Pusat Informasi, Pendidikan dan
      Kebudayaan


Jakarta, 17 September 2009
Bantuan Hibah Grassroots lewat LSM Jepang


  
1.  Pemerintah Jepang memutuskan untuk menyelenggarakan bantuan hibah terhadap LSM Jepang berikut, yang berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
 
2.  Keterangan mengenai proyek tersebut adalah sebagai berikut.
 
Nama Proyek : "Pembangunan Komunitas yang Terlindungi Lingkungannya melalui multi penggunaan tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas) di Indonesia (Tahap ke 2)”
Nama LSM : APEX (Asian People’s Exchange)
Nilai bantuan : USD 485,436 (Empat ratus delapan puluh lima ribu empat ratus tigapuluh enam US$)
Ringkasan proyek:
    Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang terletak di bagian timur Indonesia merupakan wilayah yang penduduknya banyak terdiri dari petani miskin. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup rakyat miskin di kabupaten Sikka propinsi Nusa Tenggara Timur. Sebuah LSM Jepang yaitu APEX (Asian People’s Exchange) akan memproduksi bibit berkualitas dengan menanami lahan kritis dengan tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas) yang banyak terdapat di wilayah tersebut, lalu memproses biji jarak untuk memproduksi minyak sebagai pengganti solar. Kemudian memanfaatkan limbah jarak seperti ampas sebagai bahan gastifikasi untuk pembangkit listrik atau bahan kompos. Memanfaatkan energi pembuangan dari proses pengolahan limbah jarak untuk desalinasi air laut dijadikan air tawar.

    Tahap pertama proyek ini pada tahun lalu, telah menghasilkan sebanyak 200 ribu bibit pohon jarak yang ditanam di lahan kritis sekitar 80 hektar dengan partisipasi masyarakat setempat. Tanaman ini sudah tumbuh dengan baik dan dijadwalkan pada musim hujan tahun ini akan menghasilkan panen pertama. Kemudian telah dibangun Jatropha Center tahan pertama dan mesin produksi ekstrak minyak (dari biji jarak).

    Proyek tahap kedua kali ini yang juga mendapatkan bantuan pemerintah Jepang, bertujuan untuk meneruskan penghijauan lahan kritis dengan memperluas wilayah tanam pohon jarak dan pelaksanaan pilot project standarisasi produksi Bahan Bakar Nabati (Bio-Fuel) dan pembangkit listrik biomas gastifikasi yang memanfaatkan residu (sisa proses produksi Bahan Bakar Nabati).

    Lewat proyek ini diharapkan perbaikan taraf hidup sekitar 1200 orang penduduk (300 rumah-tangga), pemenuhan pasokan listrik dan kurangnya air bersih di daerah tersebut dapat diperbaiki.