ANEKA JEPANG

  The 2005 World Exposition, Aichi, Japan


TEMAgNaturefs Wisdomh
(Tema khusus pavilyun Indonesia: gPeople and Nature in Harmonyh, yaitu rakyat dan alam dalam harmoni)
MASAMulai tgl. 25 Maret sampai 25 September 2005 (185 hari)
LOKASIPerbukitan Timur Nagoya, Jepang (Kota Nagakute, Kota Toyota, dan Kota Seto)
TUJUANMempersembahkan sebuah model bagi peradaban masa depan dengan tema gNaturefs Wisdomh, yaitu peradaban yang menyelaraskan kemajuan-kemajuan tercapai dalam teknologi dengan alam serta mengintegrasikannya dengan kebudayaan.
Expo ini merupakan proyek Pemerintah Jepang bersama Japan Association for the 2005 World Exposition.

Apa yang dilihat di EXPO 2005:

Ekspo ini mencakup tiga hal sekaligus, yaitu : Alam, Teknologi dan Kebudayaan.

Para pengunjung akan mengalami gNaturefs Wisdomh, merasakan betapa bijaksananya alam kita, dengan menemukan kembali alam, merasakan kehidupan yang ramah-lingkungan seirama dengan gNaturefs Wisdomh, dan mengunjungi masa depan dengan gNaturefs Wisdomh. Dan tak kalah serunya, pengunjung dapat menikmati gSimfoni Besar Antar Budayah.

Untuk berkeliling EXPO di sebagian area yang sangat luas ini, disediakan Global Loop, yaitu koridor tinggi sepanjang 2,6 km, dengan kereta-kereta yang futuristik.

Paviliun-paviliun dan atraksi EXPO dapat dikelompokkan dalam 4 kategori besar ini : gMemberi Senyum kepada Wajah Bumih; gMembawa Impian-impian kepada Hati Bumih; gMembawa Percikan Cahaya kepada Mata Bumih dan gMembveri Bentuk bagi Suara Bumih. Berikut ini beberapa di antara begitu banyak paviliun yang sangat menawan hati dan mata pengunjung : Pavilyun Jepang di Nagakute, Paviliun Jepang di Seto, Pavilyun Indonesia, Pavilyun Aichi di Nagakute, Pavilyun Aichi di Seto, Kelompok gGlobal Commonsh, gGlobal Househ, gEXPO Domeh, gEXPO Hallh, gEarth Tower Nagoya Cityh, gNGO Global Villageh, gWanpaku Treasure Islandh, dll. serta alam sekelilingnya yang indah. Dalam pembangunan berbagai paviliun dll. selalu diindahkan prinsip melestarikan alam yang indah dan hijau, yaitu mengurangi kerusakan alam. Hutan dan kolam-kolam yang ada tetap berada dalam keadaan semula sehingga alam dan bangunan dapat berpadu dengan harmonis dan manis.

Kesempatan menimba pengalaman Jepang : Mengatasi tantangan ganda

Para pengunjung ekspo ini dapat memperluas cakrawala pengetahuannya mengenai pemanfaatan alam tanpa menimbulkan banyak kerusakan dengan melihat pengalaman Jepang yang dikemukakan dalam berbagai pavilyun Jepang.

Jepang menghadapi tantangan ganda dalam melakukan pembangunan negara: memusatkan perhatian bagi pembangunan ekonomi sementara tetap menjaga kelestarian lingkungan alamnya. Meski kekurangan ruang terbuka yang luas dan miskin akan sumber daya mineral, Jepang telah berhasil mencapai pembangunan industri dan meraih kemakmuran dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alamnya. Hal itu adalah berkat rajinnya rakyat dan masih diterapkannya kebijakan tradisional, serta majunya penelitian dan pengembangan teknologi. Nenek moyang bangsa Jepang berkeinginan memanfaatkan alam tanpa merusaknya sehingga mereka mengembangkan cara-cara tertentu untuk membina hubungan yang saling bergantung dan berguna dengan alam. Dalam perjalanan proses ini terciptalah tatanan cara untuk memanfaatkan alam secara berkesinambungan sambil sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap alam sendiri. Itulah bagian dari budaya dan gaya hidup Jepang.

Prefektur Aichi adalah daerah yang ideal untuk menjadi tuan-rumah ekspo besar di awal abad ke-21 ini karena letaknya pas di tengah-tengah Jepang, juga kaya akan lahan pertanian yang subur. Aichi adalah penghasil bunga mawar dan krisan terbanyak di Jepang. Industri pun berkembang baik di Aichi, dari porselen tradisional hingga mobil berteknologi tinggi. Markas besar perusahaan mobil Toyota Motor Co. berlokasi di kota Toyota, Aichi. Aichi memang salah satu kawasan yang penting bagi ekonomi Jepang, dan akan menjadi makin penting dengan penyelenggaraan ekspo futuristik ini.