Pelaksanaan upaya penanggulangan campak dan rubela melalui kerja sama dengan WHO

2026/6/5
 
Pemerintah Jepang, melaksanakan proyek bantuan hibah melalui kerja sama dengan organisasi Internasional Kesehatan Dunia, WHO, yang  didanai dari  Anggaran Tambahan Tahun Fiskal Jepang 2025, berjudul “Tidak Satu pun Anak Tertinggal: Jepang dan WHO Bergandeng Tangan Menutup Kesenjangan Imunisasi Indonesia”. Inisiatif baru ini bertujuan untuk menangani  kondisi darurat peningkatan kasus campak dan rubela (MR) di Indonesia serta mengatasi kesenjangan besar dalam cakupan imunisasi.

Indonesia saat ini menghadapi ancaman yang semakin besar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, khususnya di provinsi berisiko tinggi seperti Sumatra Utara dan Daerah Papua. Cakupan dosis 1 imunisasi campak–rubela masih sangat rendah, yaitu hanya 46,2% di Papua pada tahun 2024. Pada tahun yang sama, hampir 83.000 di Sumatra Utara dan Papua tidak mendapatkan dosis campak–rubela pertama mereka, sedangkan 150.000 lainnya tidak mendapatkan dosis kedua.

Kesenjangan ini membuat puluhan ribu anak-anak tidak terlindungi dan memungkinkan KLB berulang kali terjadi di daerah-daerah terpencil, di mana sistem pemantauan dan respons penyakit masih paling lemah. Pada tahun 2026 saja, lebih dari 2.131 kasus terkonfirmasi laboratorium telah tercatat hingga April. Situasi ini semakin mendesak dengan klasifikasi 25 provinsi dan 252 kabupaten/kota sebagai daerah berisiko tinggi. 

Untuk mengatasi keadaan ini, inisiatif “Tidak Satu pun Anak Tertinggal: Jepang dan WHO Bergandeng Tangan Menutup Kesenjangan Imunisasi Indonesia”oleh Pemerintah Jepang dan WHO, yang berlangsung selama satu tahun sejak Maret 2026, akan memperkuat imunisasi rutin, meningkatkan deteksi dan respons penyakit, serta membangun kapasitas lokal di daerah-daerah prioritas seperti Sumatra Utara dan Papua. Program ini juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, organisasi masyarakat sipil, serta para pemimpin komunitas untuk meningkatan kapasitas tenaga kesehatan di garis depan yang merupakan salah satu fokus utama kegiatan.

Memastikan setiap anak mendapatkan vaksin untuk menyelamatkan nyawa menjadi langkah yang sangat penting, tidak hanya untuk melindungi masyarakat dan memperkuat keamanan kesehatan, tetapi juga untuk mencegah penyebaran penyakit lintas negara. Jepang akan terus bekerja sama erat dengan berbagai mitra untuk mendukung upaya Indonesia dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) serta membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.